Virus Penyebab Kanker Serviks

HPV (Human Virus Papilloma) selain dijadikan sebagai penyebab utama dari kanker serviks, virus ini juga dapat berisiko menimbulkan kanker vulva, vagian, penis, anus, serta kutil pada alat kelamin, namun jarang terjadi.

Infeksi HPV sering terjadi pada perempuan yang telah aktif secara seksual atau yang sudah menikah lebih dari 1 tahun. Sekitar setengah dari perempuan yang aktif secara seksual sebenarnya terinfeksi HPV. Untunglah sebagian besar infeksi HPV dapat menghilang sendiri, tetapi sekitar 10 % akan menetap dan dapat berisiko menjadi kanker serviks.

Imunisasi HPV dianjurkan pada perempuan yang aktif secara seksual. Manfaat vaksin ini akan lebih nyata jika belum terinfeki HPV. Karena itu, imunisasi dianjurkan pada perempuan yang berumur 11-12 tahun, tetapi ada juga pakar kesehatan yang telah menganjurkan mulai 9 tahun.

Infeksi bisa terus menjalar naik ke rahim, saluran telur, dan indung telur. Infeksi leher rahim menahun perlu dibedakan dengan kanker rahim carcinoma cervicitis uteri.

Posted in Gejala Kanker Serviks | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mengobati Kanker Serviks

Perempuan yang menderita kanker serviks dapat dirawat dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari ketiga metode tersebut. Pada tingkatan manapun dari kanker serviks, perempuan yang mengidap kanker ini dapat dirawat dengan tujuan mengontrol nyeri dan gejala-gejala lainnya, menghilangkan efek-efek samping terapi, dan meringankan masalah-masalah emosi serta praktis. Perawatan semacam ini disebut perawatan yang menunjang, pengendalian gejala, atau perawatan yang meredakan.

Berikut ini adalah langkah-langkah penanganan kanker serviks

1. Operasi

Operasi adalah salah satu jenis perawatan kanker serviks serta area yang berdekatan dengan kanker tersebut. Kebanyakan penderita kanker serviks awal akan menjalani hysterectomy, yaitu operasi untuk mengangkat leher rahim dan kandungan. Namun, operasi ini tidak diperlukan untuk kanker serviks dini (tingkat 0).

Beberapa perempuan memerlukan suatu hysterectomy yang radikal, yaitu operasi pengangkatan kandungan, leher rahim, dan bagian dari vagina. Dengan salah satu dari hysterectomy total atau radikal, ahli bedah mungkin mengangkat kedua tabung-tabung fallopian dan indung-indung telur (ovaries). Prosedur ini adalah suatu salpingo-oophorectomy.

Ahli bedah mungkin juga mengangkat simpul-simpul getah bening dekat tumor untuk melihat apakah mereka mengandung kanker. Jika sel-sel kanker telah mencapai simpul-simpul getah bening, itu berarti penyakit telah menyebar pada bagian-bagian lain tubuh.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi (radiotherapy) dilakukan dengan menggunakan sinar-sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Dokter akan menyarankan terapi radiasi sebagai pengganti operasi bagi penderita yang tidak bisa mendapat operasi karena alasan-alasan medis.

Dokter menggunakan dua tipe dari terapi radiasi untuk merawat kanker serviks, yaitu :

a. External Radiation. Radiasi ini datang dari sebuah mesin besar di luar tubuh. Jika Anda adalah pasien luar di sebuah rumah sakit, Anda akan menerima radiasi eksternal dalam lima hari setiap minggu dan dilakukan selama beberapa minggu.

b. Internal Radiation Intracavitary Radiation. Terapi ini dilakukan dengan menanam tabung-tabung tipis vagina untuk beberapa jam atau sampai tiga hari. Selama proses ini dilakukan, pasien tinggal dirumah sakit. Untuk melindungi orang lain dari radiasi, pasien tidak diizinkan menerima tamu. Radiasi internal dapat diulang dua kali atau lebih selama beberapa minggu.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan dengan menggunakan obat-obatan anti-kanker untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi disebut pula terapi sistemis (systemic therapy) karena obat-obatan masuk ke dalam aliran darah dan dapat memengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Untuk perawatan kanker serviks, kemotrapi biasanya digabungkan dengan terapi radiasi.

Obat-obatan anti-kanker untuk kanker serviks biasanya diberikan melalui suatu pembuluh darah. Pasien biasanya menerima perawatan di rumah sakit ataupun di rumah.

4. Nutrisi

Nutrisi sangat penting untuk dimakan selama perawatan kanker. Makan dengan baik berarti mendapat cukup kalori untuk mempertahankan berat badan yang tepat dan protein yang cukup untuk mempertahankan kekuatan Anda. Nutrisi yang baik bisa membantu penderita kanker merasa lebih baik dan mempunyai lebih banyak energy. Namun, selama perawatan, pasien bisa merasa tidak nafsu makan, mual, muntah, ataupun luka-luka mulut.

5. Pemindaian (Screening)

Pemindaian dapat membantu dokter mencari sel-sel yang tidak normal sebelum kanker berkembang agar kanker serviks dapat dicegah. Pemindaian juga dapat membantu mencari kanker dini sehingga perawatan bisa lebih efektif. Beberapa dekade yang lalu, jumlah perempuan yang didiagnosis menderita kanker serviks menurun karena keberhasilan metode pemindaian.

Perempuan yang berumur 65-70 tahun dan telah melakukan sedikitnya tiga Tes Pap, serta tidak ada Tes Pap abnormal dalam 10 tahun terakhir, bisa menghentikan penyaringan kanker serviks. Selain itu, perempuan yang telah melakukan operasi untuk mengangkat kandungan dan leher rahim (total hysterectomy) juga tidak perlu melakukan penyaringan. Akan tetapi, jika operasi yang dilakukan bersifat sebagai kanker, maka perempuan itu harus terus menjalankan penyaringan.

Posted in Gejala Kanker Serviks | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Awal Kanker Serviks

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes Pap Smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, Munculnya rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan intim (Contact Bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal. Perdarahan diluar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

DIAGNOSIS

Pap Smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, Pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asem asetat (cuka) yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybird Capture II Sytem (HCII).

Tes pap smear untuk mendeteksi adanya tidaknya kanker serviks

 PENCEGAHAN

Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memlihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

Posted in Gejala Kanker Serviks | Tagged , , , , | Leave a comment